Protozoa

Nama protozoa berasal dari bahasa Latin, terdiri atas dua suku kata, yaitu “protos” yang berarti pertama dan “zoion” yang berarti hewan. Jadi, Protozoa adalah hewan pertama bersel tunggal yang hidup sendiri-sendiri atau berkelompok membentuk koloni. Protozoa adalah organisme yang bersel tunggal, dimana beberapa spesies mempunyai lebih dari satu nukleus (inti sel) pada bagian atau seluruh daur hidupnya. Seperti halnya sel pada tubuh makhluk hidup lainnya, sel protozoa dilapisi oleh tiga lapisan uni membran yang didalamnya terdapat ektoplasma, endoplasma dan nukleus. Dalam endoplasma ditemukan nukleus, mitokondria, badan golgi dan sebagainya, sedangkan ektoplasma ditemukan flagela , cilia dan sebagainya. Protozoa pada dasarnya bergerak menggunakan 4 tipe organela yang merupakan bagian dari ektoplasma yaitu:

Flagela, cilia, pseudopodia dan undulata bergerigi.

–          Flagella: bentuk langsing seperti rambut tunggal yang panjang

–          Cilia: Bentuk flagela yang kecil dan lebih pendek

–          Pseudopodia: Organela sementara yang menonjol biasanya digunakan untuk bergerak/menangkap makanan.

–          Gerigi undulata: Pergerakan dengan menggunakan bentuk gelombang dari sel dengan pergerakan dari belakang kedepan dan sebaliknya.

Biasanya protozoa mempunyai dua stadium yang selalu dialaminya yaitu stadium trophozoit yaitu bentuk aktif dan bentuk cyste merupakan bentuk inaktif.

 

  • Klasifikasi Protozoa

Class    : Rhizopoda

Ordo    : Amoebida

Genus  : Entamoeba

Spesies: Entamoeba Histolytica

E. coli

E. ginggivalis

Diantara 3 spesies  entamoeba, E. histolytica adalah paling patogen pada manusia. Organisme ini adalah salah satu agen penyakit penyebab dysentri. Selama beberapa tahun belakangan diketahui bahwa ada dua jenis entamoeba yang dibedakan menurut ukuran trophozoit dan cystenya. yaitu:

Ukuran besar : Trophozoit: 20-30 mm

Cyste: 10-20 mm

Ukuran kecil: Trophozoit : 12-15 mm

Cyste:  5-9 mm

E. histolytica ukuran besar ada dua strain yaitu patogenik dan non-patogenik. Ukuran kecil biasanya non-patogenik. Strain E. histolytica yang patogen adalah merupakan parasit protozoa yang paling penting pada orang dan banyak diteliti.

 

 

  • Ciri-ciri umum Protozoa

 

Protozoa adalah penghuni tempat-tempat berair seperti selokan, sawah, parit, sungai, waduk, laut, atau hidup parasit di dalam tubuh organisme lain. Di tempat-tempat yang tergenang air dan mengandung rumput kering atau jerami kering juga sering didapatkan Protozoa. Pada lingkungan atau keadaan yang tidak menguntungkan, protozoa dapat membungkus diri sebagai kista yang tersusun dari bahan kalsium karbonat (CaCO3). Pengambilan makanannya dilakukan dengan cara berikut.:

1. Holozoik, yaitu mengambil makanannya dari mikroorganisme lain seperti bakteri atau ganggang (alga).

2. Saprofit, yaitu mengambil makanannya dari bahan-bahan hancuran tumbuhan yang ada di sekitarnya.

3. Saprozoik, yaitu mengambil makanannya dari hewan-hewan yang telah mati.

4. Holozoik, yaitu dengan melakukan fotosintesis.

 

Protozoa ada yang mempunyai cangkang yang berasal dari zat kapur atau kersik. Reproduksi aseksual (vegetatif) pada kebanyakan Protozoa adalah dengan membelah diri. Namun, ada pula jenis Protozoa tertentu yang bereproduksi secara seksual (generatif) dengan konjugasi, yaitu perpaduan antara dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya. Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan hidup bebas. Protozoa merupakan hewan uniseluler, berukuran kurang dari 10 mikron dan walaupun jarang, ada yang mencapai 6 milimeter, contohnya Ciliata : Sprirostomum sp. (3 mm), dan Sporozoa : Porospora gigantean (16 mm).

 

  • Struktur tubuh Protozoa

Berdasarkan fungsinya, protoplasma Protozoa dibedakan atas nukleoplasma dan sitoplasma. Sitoplasma terdiri atas dua bagian yang disebut ekstoplasma dan endoplasma, Kedua bagian tersebut merupakan bagian terbesar sel protozoa. Ekstoplasma bertugas dalam menyelenggarakan pergerakan, pengolahan makanan, pembuangan sisa metabolisme, pernapasan, dan pertahanan diri. Bagian paling luar dibatasi oleh selaput tipis sebagai dinding sel. Fungsi pergerakan dilakukan dengan penonjolan memanjang ektoplasma yang disebut pseudopoda (kaki semu), atau dengan silia (bulu getar), flagela (bulu cambuk) ataupun membran undulans. Makanan dapat masuk pada bagian mana saja dari ektoplasma, dan dapat diolah di mana saja. Pada beberapa jenis Protozoa, makanan dimasukkan melalui bagian tertentu dari selnya yang dinamakan peristoma ke dalam sistostoma dan seterusnya melalui suatu saluran yang disebut sitofaring masuk ke dalam endoplasma. Endoplasma yang tampak bergranula berfungsi dalam pengaturan makanan. Dalam endoplasma terdapat inti sel yang bertugas dalam melanjutkan reproduksi. Vakuola kontraktil dalam endoplasma berfungsi untuk mengatur tekanan osmosis dan pembuangan sisa metabolisme.

 

  • Amoeba yang Hidup Parasit Pada Manusia

Golongan Protozoa yang termasuk jenis ini di antaranya banyak Amoeba yang hidup bebas dan sebagai parasit, mungkin sekali adalah bentuk hewani yang paling sederhana. Ada kemungkinan bahwa mereka ini adalah keluarga dekat dari nenek moyang manusia, tetapi dari filum yang berjauhan, yaitu hidup di lumpur berjuta-juta tahun yang lalu. Mereka adalah golongan konservatif dari famili Protozoa-tidak berubah atau tidak mengikuti evolusi dan kemajuan manusia. Manusia merupakan hospes dari sekurang-kurangnya enam spesies Amoeba, yang termasuk empat genus, yaitu: Entamoeba histolytica, Entamoeba coli, Entamoeba gangivalis, Dientamoeba fragilis, Endolimax nana, dan Iodamoeba butschlii. Semua Amoeba tersebut hidup di dalam rongga usus besar, kecuali Entamoeba gingivalis yang ditemukan di dalam mulut. Hanya satu spesies, yaitu Entamoeba histolytica merupakan parasit patogen yang penting untuk manusia. Sifat-sifat yang berbeda dari keenam spesies yang merupakan parasit manusia dapat dilihat dari tabel berikut:

 

Beberapa jenis bentuk Amoeba

 

Bentuk dan gerak Amoeba sudah diamati menggunakan mikroskop. Tubuhnya terdiri dari lapisan kulit bening yang kita sebut ektoplasma. Ektoplasma menyelubungi sitoplasma. Sitoplasma tampak keruh karena butir-butir yang terdapat di dalamnya. Sitoplasma yang keruh ini disebut endoplasma. Di dalam endoplasma terdapat inti, vakuola makanan, dan vakuola kontraktil. Vakuola kontraktil berfungsi sebagai alat pengeluaran, demi terpeliharanya nilai osmosis isi sel.

Amoeba bergerak dengan menjulurkan protoplasma menuju tempat makanan. Cabang-cabang protoplasma ini bergerak sebagai pseudopodia. Makanan Amoeba berupa tumbuhan bersel tunggal (bakteri dan beberapa jenis ganggang) dan hewan-hewan bersel tunggal yang lain. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan sementara sisanya ditinggalkan. Jadi, makanan tidak diserap oleh protoplasma.

 

  • Amoeba yang Hidup sebagai Komensal pada Manusia

Entamoeba histolytica dapat diidentifikasi dengan membedakan parasit ini dengan berbagai spesies parasit lain. Di antara spesies-spesies lain Dientamoeba fragilis dianggap dapat menjadi patogen bagi manusia. Entamoeba polecki, yaitu parasit yang kadang-kadang hanya ditemukan secara kebetulan pada manusia Entamoeba moskovskii yang hidup di alam bebas.

Advertisements

About this entry